Shadow

5 Wabah Pandemi Mematikan Yang Pernah Terjadi, Selain Corona

Wabah Pandemi Mematikan Yang Pernah Terjadi
Wabah Pandemi Mematikan Yang Pernah Terjadi

WHO beberapa waktu yang lalu akhirnya mengumumkan wabah Virus Corona atau Coronavirus Disease (Covid) sebagai pandemi. Istilah pandemi sendiri adalah wabah penyakit yang menjangkiti masyarakat dunia secara global. Biasanya status pandemi baru dikeluarkan ketika jumlah kematian dan penyebarannya dianggap terlalu ekstrim dan tersebar hampir ke seluruh penjuru negara di dunia. Terlebih jika obat dari penyakit tersebut belum ditemukan.

Setiap waktu, para ilmuwan terus mempelajari banyak sekali virus, bakteri, hingga jamur yang bisa memungkinkan menyerang manusia. Meski demikian, organisme kecil ini juga terus melakukan perubahan atau mutasi. Beberapa yang berhasil melakukan mutasi, akan menyerang manusia tanpa terdeteksi. Sejarah mencatat, jauh sebelum wabah Virus Corona ini, telah terjadi sejumlah pandemi global dengan jumlah kematian hingga jutaan orang. Berikut ini sejumlah kasus pandemi tersebut.

Wabah Antoninus (165 – 180 M)

Jumlah kematian : 5 juta orang

Wabah ini diberi nama dari seorang dokter asal Yunani, yang berhasil mengidentifikasi penyakit tersebut. Para ilmuwan berpendapat, jika wabah ini merupakan β€œnenek moyang” dari jenis variola atau campak. Korban jiwa yang diakibatkan wabah ini merenggut dua per tiga populasi kekaisaran Romawi saat itu. Bahkan juga merenggut nyawa kaisar Romawi saat itu, Lucius Verus dan sejumlah petinggi penting kekaisaran.

Wabah Antoninus ini terjadi karena dibawa oleh para tentara Romawi yang kembali ke kerajaan setelah melakukan kampanye penaklukan ke daerah timur. Dari catatan sejarah yang ditemukan, wabah itu muncul pertama kali pada musim dingin tahun 165, saat pasukan Romawi melakukan pengepungan di Seleucia. Diketahui juga, jika wabah ini pernah terjadi sebelumnya di wilayah Cina.

Wabah Hitam (1347 – 1351)

Jumlah kematian : 200 juta orang

Baca Juga :   Kebiasaan Unik Orang Indonesia

Wabah Maut Hitam, atau secara global dikenal dengan nama Black Death (Maut Hitam) merupakan wabah epidemi hebat pertama yang menyerang wilayah Eropa. Pada masa yang sama, juga terjadi wabah di beberapa wilayah di Asia Timur, dan diduga merupakan bagian dari Wabah Hitam yang menyerang Eropa.

Penyebabnya diketahui dari penyakit Pes, yang membuat kelenjar di bagian ketiak dan leher jadi membengkak dan berujung kematian. Diduga penyakit ini dibawa oleh kutu, yang kemudian terjadi kontak dengan hewan pengerat seperti tikus dan marmut. Setelah tikus mati, kutu kemudian menggigit manusia dan terjadilah penyebaran wabah secara cepat.

Wabah ini terjadi selama kurang lebih 4 tahunan. Namun diduga mengalami mutasi, wabah ini kembali menyerang wilayah Eropa secara rutin beberapa tahun berikutnya. Hingga di zaman modern, ilmuwan berhasil menemukan vaksin untuk menghentikan wabah ini.

Wabah Kolera (1800 – 2000)

Jumlah kematian : Lebih dari 20 juta orang

Tercatat wabah kolera menjadi pandemi selama 7 kali di sejumlah belahan negara dunia, sejak tahun 1800 hingga tahun 2000 an. Wabah kolera terbesar terjadi pada tahun 1910 sampai 1911 yang awalnya menyerang wilayah di India, lalu menyebar ke wilayah Asia, Timur Tengah, Afrika, Eropa hingga ke Amerika.

Buruknya sanitasi dan rendahnya tingkat kebersihan masyarakat masa itu, menjadi biang keladi bakteri menginfeksi hampir seluruh bagian belahan dunia. Penyakit ini menyerang organ pencernaan. Orang yang terinfeksi akan mengalami diare berwarna putih serta berbau amis menyengat. Gejala lain yang dialami seperti muntah, demam, pusing hingga dehidrasi.

Wabah Flu (1918, 1956 dan 1968)

Jumlah kematian : Lebih dari 70 juta orang

Dari sekian banyak wabah, mungkin flu adalah wabah yang konsisten menyerang populasi dunia. Penyakit ini diakibatkan oleh virus bernama Influenza, yang mampu bermutasi hingga di zaman modern. Virus Flu Burung, SARS dan Corona pun diketahui merupakan mutasi dari virus jenis Influenza ini.

Baca Juga :   10 Spot Sunset Terbaik Di Kota Jogja, Cocok Untuk Menemani Waktu Senja

Virus ini mudah menyebar di wilayah dengan kondisi cuaca yang dingin. Mengakibatkan penderitanya mengalami batuk, pilek, muntah, dehidrasi, demam tinggi hingga pneumonia yang menyebabkan kematian. Penyebarannya melalui udara yang bisa terjadi tanpa kontak fisik, menjadikan virus ini begitu berbahaya. Rata-rata terjadi 200 ribu hingga 500 ribu jumlah kematian tiap tahunnya.

Wabah HIV AIDS (2005 – 2012)

Jumlah kematian : 36 juta orang

Pertama kali teridentifikasi di negara Kongo pada tahun 1976, HIV Aids membuktikan dirinya sebagai wabah pandemi paling mematikan di dunia. Bahkan diketahui, saat ini ada sekitar 35 juta lebih orang yang sedang terinfeksi. Mayoritas yang mengidap penyakit ini adalah orang-orang di negara Afrika.

Begitu mematikan, karena virus HIV menyerang sistem imunitas tubuh. Membuat tubuh menjadi rentan terkena berbagai macam jenis penyakit. Terlebih virus ini susah terdeteksi, karena masa inkubasinya terjadi selama rata-rata 7 tahun dari pertama terinfeksi. Memberikan kematian perlahan bagi penderitanya. Penyakit ini menular dari kontak secara langsung, terutama ketika melakukan hubungan badan.

Wabah Virus Corona

Jumlah kematian : 12.955 Jiwa

Berdasarkan data yang diperoleh dari worldometers.info yang diakses pada tanggal 22 Maret 2020, jumlah kasus Covid-19 sebanyak 301.630 kasus, jumlah kematian mencapai 12.955 jiwa dan jumlah pasien yang sembuh sebanyak 94.625 orang. Walaupun jumlah kematian Virus Corona sangat sedikit dibandingkan dengan wabah mematikan lainnya yang pernah terjadi, kita tidak boleh menganggap remeh Wabah Virus Corona dikarenakan penyebarannya yang sangat cepat dan dapat berakibat fatal jika tidak segera mendapat pertolongan medis.

Tinggalkan Balasan